SEMANGAT PASKAH DI MASA PANDEMI
Semangat Paskah di Masa Pandemi
Minggu kemarin tanggal 17 April 2022, umat Katolik baru saja merayakan hari raya Paskah. Riccinians pasti sudah familiar dengan hari raya yang satu ini, tapi untuk yang belum tahu, Paskah adalah hari raya Katolik yang memperingati kebangkitan Yesus dari kubur pada hari ke-3 setelah disalib. Menurut Romo Ignatius Suharyo, pada dasarnya Paskah adalah syukur atas karya penyelamatan Allah lewat Anak-Nya yang Tunggal, Yesus Kristus. “Yesus telah membebaskan manusia dari perbudakan dosa dan menjadikannya manusia baru yang merdeka.”
Paskah tahun ini pastinya berbeda dari yang tahun-tahun sebelumnya, berhubung kita masih belum sepenuhnya pulih dari pandemi Covid-19. Aduh, bisa terdengar helaan napas jera dari Riccinians–lelah ya? Apa-apa bahas tentang pandemi, virus, covid, yada yada yada… Percaya deh, semua orang pasti merasakan hal yang sama kayak Riccinians semuanya. Tetapi, dari pada kita sulking dan bete terus-menerus akan hal yang kita sendiri tidak bisa kontrol (selain tetap jaga prokes!), bagaimana kalau kita lihat ke sisi positif-nya?
“Sisi positif pandemi, memangnya ada?” Well, kalau kita lihat lebih baik lagi, tentu saja ada! Sebagai contoh, tim 9B akan memberikan interpretasi kami dalam hal ini. Yuk kita baca :
Paskah adalah peringatan kebangkitan Yesus Kristus dari kubur, dan hal ini membuktikan bahwa :
- Allah tidak akan mengingkari janji-Nya.
- Allah dan hanya ALLAH–lah yang berkuasa atas maut.
Dan Yesus tahu akan ini, membuat-Nya memasrahkan nasib-Nya kepada Allah dan tetap percaya pada-Nya, bahkan pada situasi mendesak sekali pun yang biasanya–pada manusia biasa seperti kita–akan menjadi turning point untuk berubah haluan/jalur; istilahnya “cari aman” (padahal yang aman yah di Allah. Setuju tidak?).
Sikap Yesus yang senantiasa percaya dan teguh akan pendiriannya terhadap Allah adalah pelajaran yang dapat kita ambil dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari kita sekarang ini. Saat ini, kita kerap dihantui dengan ketidakpastian dan kekacauan yang terjadi di sekitar kita, terutama oleh isu pandemi yang tidak kunjung berakhir. Kondisi yang meresahkan ini menyebabkan banyak orang hilang harapan, hilang kepercayaan, hilang iman kepada Allah. Padahal, lihat Yesus! Dia dianiaya, diejek, bahkan disalibkan–tetapi tidak sekali pun iman-Nya gugur. Kita juga harus begitu, Riccinians! Ingat, poin pertama tadi : “Allah tidak akan mengingkari janji-Nya.” Allah tidak akan berpaling dari manusia, Allah itu baik dan Maha Penyayang, Ia tidak akan memberikan cobaan lebih dari kemampuan hamba-Nya.
Kesimpulannya? Dalam semangat Paskah tahun ini, mari kita asah lagi iman kita kepada Allah! Ingat bahwa Dia selalu ada; melihat, mendengarkan, menjaga, mengawasi dari atas sana. Bertahan di situ Riccinians, Allah pasti ada rencana untuk kita semua, jangan hilang harapan untuk masa depan yang lebih baik!
Ditulis oleh Allesia C.
Disunting oleh Jocelyn A., Heaven H., Adrian R., & Jason L.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
RUN DOWN ACARA BKSN
8.00 - 8.50 IBADAT 8.50 - 9.00 ISTIRAHAT 9.00 - 9.30 QUIZ KLS 7 9.30 - 10.00 QUIZ KLS 8 10.00 - 10.30 QUIZ KLS 9 10.30 - 11.00&n
EKSKUL FOTOGRAFI
Hasil Karya ekskul fotografi Sabtu, 29 Agustus 2020